topbella

27 October 2009

Sekarang, Selamatkan Al-Aqsa!


Isnin, 26/10/2009


Ketegangan berkobar di Masjid Al-Aqsa hari Ahad (25/10) kemarin. Ratusan pasukan Israel menyerbu tempat suci umat Islam itu, memukuli jamaah dan menembakkan peluru gas air mata, peluru karet berlapis, dan melemparkan granat.

"Mereka memukuli orang dan menodai tempat suci. Mereka mengabaikan kesopanan dan kesusilaan manusia," Adnan al-Husseini, pejabat tinggi Wakf Muslim, mengatakan kepada IslamOnline.net.

"Mereka mengepung Masjid Aqsha dan mencegah umat Islam mendekati tempat itu."
Menurut saksi mata, sedikitnya 10 warga Palestina terluka, beberapa parah, sementara yang lain menderita iritasi karena gas air mata. Sebanyak 20 warga Palestina ditangkap.
Syeikh Muhammad Hussein, seorang ulama terkemuka dan pemimpin agama, menggambarkan situasi di Al-Aqsa sangat berbahaya. "Para tentara Israel menyerang semua orang, termasuk perempuan dan anak-anak," katanya.

Sebelumnya, para pemimpin Muslim mendesak umat Islam untuk berbondong-bondong mendatangi Masjid Al-Aqsa, yang saat ini dijadikan incaran utama Yahudi. Panggilan itu disampaikan melalui pengeras suara di kompleks Aqsha, membuat penjajah Israel menghentikan pasokan listrik ke masjid-masjid di daerah tersebut.

Selamatkan Al-Aqsa!!!

Palestina menuduh pasukan pendudukan Israel dan para ekstrimis Yahudi bermain dengan api.
"Mereka berusaha untuk membuktikan bahwa mereka adalah penguasa di sini, atau mereka memiliki kedaulatan atas tempat suci kami," kata Hussein. "Tapi ini merupakan tempat suci Islam. Ini selalu seperti ini dan akan selalu seperti ini. "

Al-Aqsa adalah kiblat Muslim pertama kiblat dan merupakan bangunan suci ketiga setelah Ka `bah di Mekah dan Mesjid Nabi Muhammad di Madinah, Arab Saudi. Al-Husseini menyerukan kepada seluruh dunia untuk bahu-membahu menghentikan "agresi kurang ajar Israel ini kepada Islam dan tempat-tempat suci Islam. "Apa yang terjadi hari ini di Masjid Al-Aqsa belum pernah terjadi sebelumnya, dalam hal tidak menghormati kesucian tempat itu," ia berkeluh kesah. "Israel berusaha terus untuk menabur ketegangan dan teror dan ketika umat Islam memprotes agresi Israel, Israel mengklaim bahwa umat Islam membesar-besarkan masalah di luar proporsional."


"Dan jika umat Islam, pemerintah dan bangsa, tidak bergerak cepat untuk menghentikan Israel, mungkin besok terlambat." (sa/iol)
Jika kita bukan pejuang disana sekalipun, kita adalah pejuang Islam. Nah! sekarang lihat apa yang mereka lakukan? kita memilih hanya untuk dudu diam atau bangkit melakukan sesuatu ??
Pilihlah dan Allah akan melihat apa yang kita lakukan!

28 September 2009

Menjadi Insan BERTAQWA

Allahu Akbar!! Allahu Akbar!! Allahu Akbar!!
Laungan takbir yang menyentap hati saat tatkala imam melaungkan kalimah agung di masjid di kampung malam 1 syawal lalu. Itu Tanda kemenangan. Tanda kesyukuran dan tanda kehambaan bagi setiap insan. Sayu hati tatkala melepaskan ia pergi.. Air dari empangan mata ciptaan Allah ini mengalir laju seolah tidak mahu berhenti seolah mengerti bahawa Ramadhan akan berlalu pergi. Mengenangkan diri bagaimana nanti, adakah mampu lahir sebagai insan Taqwa? mampu untuk terus menyarung pakaian Taqwa? jika sepanjang Ramadhan, ya iya semua sibuk berpesta ibadah, namun habis saja Ramadhan nanti bagaimana? Ya Allah, bantulah kami.. bantulah kami untuk terus kekal bersama ruh Ramadhan.


Ya, Ramadhan akan tetap terus berlalu namun rindu untuk selalu bersamanya. Dengan keluar sebagai Alumni Ramadhan, mudah-mudahan segala tarbiyah yang dilalui sepanjang Ramadhan akan menjadi bekal untuk sebelas bulan perjalanan untuk menuju Ramadhan seterusnya.

Ya Allah terimalah segala apa yang kami lakukan hanya semata-mata untuk-Mu. Terimalah amal kami yang tidak seberapa ini jika dibandingkan dengan Maghfirah-Mu, Rahmat-Mu dan Kasih Sayang-MU pada kami. Meski amal kami setinggi gunung dan seluas laut, secalit nikmat kerlipan mata pun tidak mampu kami membalasnya. Syukur pada-Mu Tuhan kerana masih memberi kesempatan untuk kami melalui Universiti Ramadhan, semoga graduan yang telah keluar ini keluar sebagai GRADUAN BERTAQWA. Semoga Iman akan terus meningkat, Dakwah juga akan semakin berkembang pesat, Umat Islam semakin banyak yang berlumba menjadi Insan Bertaqwa, maka dengan usaha semua Islam akan tertegak dengan izin-Nya. Dan saat itu akan membawa kita terus menghampiri negeri abadi. Hak adalah ditangan kita, dimana kita akan berada buat selamanya. Muhasabah diri dan muhasabah untuk semua.


Semoga aidilfitri ini akan menjadikan kita sebagaimana Allah mahukan "la'allakum tattaqun". Semoga di akhirnya kita menjadi insan bertaqwa. Eid mubarak buat semua, dari diri ini yang penuh dengan kekurangan dan kesilapan, memohon maaf di atas segala kesalahan. Salam kembali ke tempat masing-masing, bersama giatkan dakwah di tempat masing-masing. Dengan adanya penggerak, dan yang membawa Islam di setiap pelusuk tempat akan menjadikan ia terus menerus tersebar. Bagi siswa siswa, bersama menyuburkan kampus kita dengan siraman Islami. Semoga dakwah kampus akan terus meningkat. Salam juang dariku untuk semua.

ISLAM AKAN TERUS TERTEGAK MESKI TANPA DIRIMU, NAMUN PILIHLAH UNTUK BERSAMA BERADA DI ATAS BAHTERA DAKWAH DAN TERUSLAH BERSAMA KHAFILAH DAKWAH

18 August 2009

RAIKAN KEDATANGAN"NYA"

Assalamualaikum w.b.t
Salam penuh kerinduan buat akhawat semua, semoga Allah masih lagi memilih kita untuk berdiri dalam saff-Nya. Rodhitu billahi Rabba, wa bil Islami Dina, wa bi Muhammadin Nabiya wa Rasula. Tak terungkap perasaan di dada tatkala menghitung hari menuju menyambut Tetamu Agung..RAMADHAN KAREEM. Bulan yang permulaanya rahmat,pertengahannya maghfirah dan di akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Semoga Allah memberi kesempatan kepada kita untuk memasuki Madrasah Tarbiyah ini dan terus memanfaatkan setiap detik darinya. Sebagaimana besarnya ganjaran bagi sesiapa yang hanya merasa gembira dengan kedatangan Ramadhan, maka diharamkan neraka baginya. Masya-Allah akhawat..ini baru gembira,itu belum lagi dihitung amalan kita.. Subhanallah Maha Pemurah nya Allah pada kita. Namun kita masih lagi ada yang mensia-siakannya. Janganlah..janganlah lepaskannya kerana peluang ini hanya sekali setahun. Untuk Ramadhan ini pun tiada apa yang dapat menjamin kita dapat melaluinya untuk tahun ini. Meskipun kita sangat hampir dengannya, namun belum tentu kita dapat memasukinya. Kerana itu berdoalah sentiasa agar Allah sudi menjemput kita lagi untuk menjadi tetamu Ramadhan kali ini. Kebergantungan pada Allah itulah satu-satunya yang akan menguatkan dan meneguhkan kita wahai akahwat. ”Ya Allah ya Tuhan kami, berkatilah kami di bulan Rejab dan Sya’aban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”. "Ya Allah..pilihlah kami menjadi tetamunya ya Allah..kerana rindu yang tak tertanggung ini untuk bertemu dengannya...".

Namun, persediaan-persediaan juga haruslah disiapkan agar nanti kita tidak terkejut, tidak terlalu lemah dan tidak asyik terlupa di saat memasuki gerbang Ramadhan nanti. Besiap sedia dengan fizikalnya, mentalnya, dan paling penting ruhnya. Harapnya hari pertama lagi sudah mampu memecut ya, ameen..mudah-mudahan..

Bulan Ramadhan nanti pasti duit untuk makan tengahari dah jimat. Apatah lagi jika iftarnya di masjid, setiap hari pula. Pasti perbelanjaan untu makanan dapat dijimatkan ongkosnya. Masya-Allah luasnya rezeki Allah pada kita. Tetapi bagaimana pula saudara kita yang tidak ada sesuatu untuk berbuka puasa. Bayangkan saja untuk memcari sesuap makanan sebagai alas perut pun bukan main susah lagi. Saudara Palestina kita, cuba kenangkan mereka, kita di sini sampai melimpah-limpah makanannya, sedangkan mereka disana menggigil menahan lapar. Namun itulah insan-insan yang Allah pilih, mereka tak goyah walau apa jua rintangannya. Astaghfirullahal a’zim..kita bagaimana? Maka akhawat, ayuhlah kita menjadi orang yang membantu saudara-saudara kita. Duit belanja kita yang disimpan itu jika kita menghulurkan pada mereka Masya-Allah tak terhitung pahalanya. Nanti bila nampak saja kotak infak dan tabung palestin, semua berebut-rebut untuk infak dulu. Sebagaimana Rasulullah mengkahbarkan berita gembira bagi sesiapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka dia juga akan mendapat pahalanya sebagaimana orang yang berpuasa. Nah! Fastabiqul khairat..ayuh bersegeralah kita merebutnya..

Segala yang baik hanya dari Allah, mohon maaf atas kekurangannya, Semoga ada sesuatu yang boleh diambil dari perkongsian ini.

26 June 2009

Mari bicara tentang HATI..

Assalamualaikum w.b.t


Kaifa halukum jami'an? suka mengajak sahabat para pembaca untuk berdiskusi tentang hati. Ya hati..raja bagi segala anggota. Jika hati itu baik, maka baiklah seluruh anggotanya. Jika buruk maka buruklah seluruh anggotanya. Itulah dia hati, pemerintah kepada negara tubuh badan.

Hati, sifatnya yang sentiasa akn berbolak balik. Hati, disitulah punca segala niat. Punca kepada kebaikan dan kejahatan. Juga tempat beradanya iman. Hati, berbeza keadaannya saat bersama insan yang asyik memburu kebaikan dan disaat berada di kalangan insan yang biasa-biasa saja antara baik dan buruk.

Persekitaran, faktor paling baik yang mempengaruhi turun naiknya iman. Teman-teman disekeliling, keluarga dan suasana dunia yang suka pada kelalaian dan keseronokkan. Disinilah, tarbiyah dzatiyah menjadi peranan penting. Jika selalunya dipantau murabbi, tapi saat berada jauh darinya siapa lagi yang akan menjaga diri melainkan diri sendiri.

Teringat tentang kisah Hanzalah sahabat Rasulullah s.a.w. Suatu ketika, Hanzalah merasa dirinya telah menjadi munafiq. Apabila ditanya saidina Abu Bakar bagaimana keadaanya, Hanzalah mengatakan ia telah menjadi munafiq. Diceritakan kepada sahabat Abu Bakar, saat berada bersama Rasulullah mereka diingatkan dengan syurga dan neraka sehingga dapat merasainya seolah2 dapat melihatnya secara langsung. Tapi, setelah berkumpul dengan anak isteri, ia langsung melupakannya. Begitu juga halnya dengan Abu Bakar. Lalu mereka berjumpa dengan Rasulullah dan mengadu kepada baginda.

Rasulullah bersabda : Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, andaikata kalian selamanya bisa terus seperti ketika bersamaku, nescaya kalian akan disalami oleh para malaikat baik ditempat tidurmu mahupun dijalanmu. Akan tetapi wahai Hanzalah, kadang-kadang ingat dan kadang-kadang lupa. Baginda mengulanginya hingga tiga kali.

Lalu bagaimana dengan kita? Saat pulang bercuti dikampung, pasti akan teruji iman. Ibu pasti akan menyediakan masakan yang sedap-sedap. Hendak berpuasa sunat pun dua kali fikir ya. Saat itulah dilihat samada kita mampu atau masih bertarik tali dengan nafsu. Semuanya bertitik tolak dari iman yang berada di dalam hati.

Sedikit sebanyak yang diceritakan disini bersumberkan dari buku yang dibaca. "Agar Akhirat Dekat di Hati", hasil karya Syeikh Mahmud Al-Misyri. Buku ini sangat berharga dan sesuai bagi kita yang ingin mendapatkan hati yang sihat.

Ibnu Mas'ud berkata : Carilah hatimu pada 3 kesempatan, tatkala mendengar bacaan Quran, berada di majlis dzikir dan ketika bersendirian menghadap Allah. Jika kamu tidak mendapati hatimu pada 3 keadaan ini, bereari kamu harus memohon agar Allah menganugerahkan hati kepadamu, sebab sama saja engkau tidak punya hati.

Ketahuilah, sesungguhnya hati kita telah keras tatkala tidak lagi khusyuk dan gentar mendengar bacaan ayat al-Quran, hati yang tidak lagi tenang ketika di majlis yang mengingatkan pada Allah dan hati tidak termasuk dalam golongan yang sentiasa merasakan pengawasan Allah.Jadi,segeralah mencari penawar bagi hati yang telah keras ini.

Nabi s.a.w bersabda : "sesungguhnya iman itu akan usang di dalam hati salah seorang dari kalian sebagaimana usangnya kain, oleh sebab itu maka mintalah kepada Allah agar memperbaharui iman yang ada dalam hati kalian."

YA ALLAH..PERBAHARUILAH IMAN DALAM HATI KAMI...

24 June 2009

Kisah seorang ABAH..

Setelah sekian ketika blog ini terbiar atas beberapa perkara termasuklah kerana pengurusan masa yang masih belum cekap. Namun, sentiasa ingin memperbaiki diri kerana tarbiyah telah mengajar kita untuk menyusun masa dengan baik, walaupun kita sendiri tidak menyedarinya.

Untuk kali ini, ingin mencoretkan sesuatu untuk ABAH..sempena Hari Bapa yang lepas.
Abah, itulah dia insan yang menjadi penyebab hadirnya diriku di dunia ini. Melalui abahlah hingga aku kini berada disini..untuk waktu yang seketika demi berusaha menunaikan janji yang telah aku katakan 21 tahun lalu dihadapan Allah. Meskipun aku sendiri tidak pasti apa yang aku katakan, namun yang pasti kelahiranku adalah sesuatu amanah yang harus ditunaikan.

Abah, kini usianya telah mencecah 68 tahun. Abah, seorang lelaki yang cukup aku kagumi. Abah, sejak usianya baru 4 tahun, ayahnya telah kembali menghadap tuhan. Membesar dengan kasih ayah dan ibu hanya dari bondanya. Kesempitan hidup ketika itu membuatkan abah tidak mampu menhabiskan persekolahannya, cuma setakat darjah 3. Mujurlah abah pandai mengaji, membaca, dan mengira. Hanya dengan sedikit ilmu itulah abah membesarkan kami 8 beradik.

Kerana tiada kelulusan, abah melakukan apa2 sahaja kerja yang halal demi menyara kehidupan. Bermula dari kelahiran kakak sulung, abah melakukan kerja-kerja hutan, menebang balak, berniaga kecil2an. Tubuh kurusnya digunakan semaksima mngkin untuk membanting tulang dan memerah keringat demi keluarga tercinta. Hinggalah satu hari cikgu besar bekas sekolah abah dulu datang membawa berita bahawa tanah rancangan felda akan dibuka di Pahang. Hasil perbincangan bersama mak, akhirnya langkah diteruskan untuk menjadi seorang peneroka.

Kami 4 beradik lagi lahir di tanah Jengka 10 ini. Cita-cita abah yang mahu melihat kami semua berjaya, menjadi insan berguna. Abah mahu kami semua mendapat pendidikan yang cukup, bukan seperti abah dahulu. Jika tiada duit sekalipun, itu bukan penghalang bagi abah. Istilah "ABAH takda duit" untuk persekolahan kami tidak pernah keluar dari bibirnya. Apa yang penting, kami semua bersekolah dapat ilmu, jadi orang berguna.

Abah tak pernah kisahkan penat dirinya, walaupun terpaksa cari kerja-kerja tambahan. Keluar pagi, lewat petang baru pulang. Namun, Alhamdulillah..semakin hari kehidupan bertambah baik. Kerana dilahirkan paling lewat, maka tak berpeluang melihat sendiri bagaimana susahnya abah ketika itu. Hanya sekadar mendengar cerita daripada mak, abah, abang2 dan kakak2. Abah cuba memperbaiki kehidupan kami sekeluarga agar lebih selesa.

Abah ini sifatnya mudah kesian, hatinya mudah tersentuh, jiwanya lembut meskipun jika dilihat dari raut wajahnya, percakapannya abah kelihatan tegas dan garang. Melihat abang ketika sekitar usia 8 tahun, hampir setiap malam berdiri di pintu rumah jiran menumpang menonton televisyen. Abah mencari duit lebih agar tv dapat dibeli, sekligus menjadikan syarat supaya lebih tekun belajar.

Pendidikan sangat2 ditekankan kepada kami semua, terutama ilmu agama yang akan menjadi bekal kami meneruskan hidup. Siapa ponteng mengaji, siaplah dirotan. Siapa ponteng sekolah, lawan cakap cikgu sedialah mendapat hukumannya. Sikap tegas abah membuatkan kami takut untuk buat perkara-perkara yang mengundang rotan hinggap di kaki. Begitu abah mendidik kami. Manakala mak pula bijak mengatur langkah, setelah kami dimarahi abah, mak pula mengganti tempat memberi nasihat, dan merawat kesedihan dimarah oleh abah.

Alhamdulillah kini kami semua telah menamatkan sesi persekolahan formal selama 11 tahun. Masing-masing telah bekerja kecuali yang masih belajar ini. Abah, inilah hasil yang abah corakkan pada kami. Bagi abah, walaupun mungkin ada yang masih tidak menepati kehendak abah, tapi kejayaan sebenar bagi abah adalah punyai anak2 soleh dan solehah yang akan menunjuk jalan pada mak dan abah, dan juga yang akan sentiasa mendoakan mak dan abah. Itulah kejayaan hakiki dari lubuk harapan seorang abah.

Tulang empat kerat abah masih lagi digunakan untuk mengurus lembu dan ladang. Katanya, "abah ni tak boleh duk diam, nanti sakit". Alhamdulillah abah dan mak dijauhkan dari penyakit2 yang berbahaya. Harapan mereka agar senang beribadat. Yang paling mak selalu cerita tentang harapan mak dan abah kepada setiap satu dari kami. Niat abah untuk lihat kami jadi begini dan begitu sejak kami dalam perut mak lagi.

Satu lagi cita-cita abah yang belum tercapai, menunaikan haji di Tanah Suci Mekah. Beberapa kali rayuan telah dibuat, namun belum ada isyarat panggilan dari ALLAH. Namun mereka sabar menanti. Aku doakan semoga Allah memudahkan perjalanan abah dan mak menuju ke sana. Ya ALLAH.. berilah kesempatan pada mereka untuk menunaikan rukun Islam kelima di bumi barakah itu..amiin.

Abah....terima kasih atas segalanya.. Atas curahan kasih sayang yang tanpa syarat, atas segala pengorbanan yang kami tak mampu balas, atas petunjuk,nasihat,harapan dan dorongan yang tak pernah lekang dari mulut abah, dan segala2nya yang tak terungkap untuk ABAH.. anda juga pasti punya cerita tentang ayah,abah,abi,walid dan bapa anda sendiri.

Jadilah sesuatu yang berharga untukknya..sementara mereka masih ada, berbaktilah pada mereka. Andai mereka telah tiada, maka doakanlah mereka dan sambunglah silaturrahim dengan sahabat mereka. Sebenarnya SETIAP ibubapa merasakan kejayaan dalam mendidik anak2 adlah apabila mereka memperolehi anak2 yang soleh dan solehah. Jika kita belum, maka jadilah. Jika sudah berusaha, maka istiqamahlah dan mohonlah agar Allah menetapkan kita dalam kesolehan dan memayungi ayahnda dan bonda dengan rahmat kasih-Nya.


Inilah wiraku..jantung hatiku..ABAH
EN. ISMAIL B SAAD

28 May 2009

Apabila ALLAH MENGHINAKAN MEREKA...




Kuarantin dua warga AS tamat ( METRO ).
PUTRAJAYA: Tempoh kuarantin dua warga Amerika Syarikat (AS) yang mempunyai kontak dengan warga negara Hong Kong yang disahkan positif Influeza A (H1N1) berakhir hari ini dan kedua-duanya dalam keadaan sihat.

******************************




Sedikit ingin mengulas tentang musibah yang Allah hempapkan pada warga dunia - wabak influenza n1h1. Itulah wabak yang pada mulanya bermula di Mexico dan kini telah merebak di serata dunia, Malaysia juga tak terkecuali.

Satu pengajaran dari musibah ini yang ingin dikongsi bersama rakan pembaca. APABILA ALLAH MENGHINAKAN MEREKA.

Negara kedua yang dijangkiti penyakit ini adalah Amerika. Ya..itu negara gah yang menjadi kuasa besar dunia sekaligus selaku tali pengarah dalam sandiwara dunia, Israel pula adalah watak utamanya.

Mari kita imbau sejarah, mungkin bagi yang sudah tahu, ini sebagai ulangan agar kita tidak sekadar tahu, dan bagi yang belum tahu, ini adalah ilmu baru. "Pemboikotan ke atas Bani Hasyim". Ketika Nabi Muhammad S.A.W bersama isteri tercinta, Khadijah bt. Khuwailid serta para sahabat yang berusaha menyebarkan Islam dan mempertahankan agama suci yang mereka anuti itu, mereka telah diboikot.

Sebarang hubungan diharamkan ke atas mereka. Nabi dan para sahabat sehingga tidak mampu mendapatkan makanan kerana harga yang ditawarkan terlalu tinggi dan kewangan mereka amatlah terhad, akhirnya terpaksa redha dan bersabar hatta mereka memakan pucuk-pucuk kayu sehingga mulut mereka luka dan najis mereka tak ubah sepertinya najis unta. Masya-Allah insan yang sungguh luar biasa. Namun, untuk menggadai Islam tidak akan sekali.

Begitu tabahnya insan yang ditarbiyah Allah dan Rasullullah ini. Mereka tak mahu mengaku kalah. Kerana iman yang menebal mampu membuat mereka bertahan. Kemana pun mereka pergi, telinga tak kering mendengar kejian dan cacian yang dilontar. Tidak cukup dengan itu fizikal mereka juga disakiti. Selama 3tahun pemboikotan itu berlaku, dan akhirnya Allah telah memenangkan mereka.

Hidup ini ibarat roda..

Lihatlah, jika dahulu mereka memperhinakan kaum muslimin. Nah, sekarang rasakan! Allah telah memperhinakan mereka dengan dunia memboikot mereka. Bukan satu dua bangsa, tapi satu dunia.

Lihat bagaimana warga Amerika ini yang duitnya menebal dipoket mahu bercuti ke Malaysia. Namun, akhirnya terpaksa dikuarantin buat beberapa ketika. Niat untuk bercuti bertukar haru. Mereka ini sedaya upaya membuktikan yang mereka bebas dari 'bala' ini. Namun, apabila didapati mereka warga Amerika, cepat-cepat ditahan dan dikuarantin. Bimbang akan berjangkit. Bukan hanya rakyatnya dikuarantin, 'orang kuatnya' juga tak terkecuali. Bukan saja di Malaysia, malah diseluruh dunia. Hakikatnya dunia telah memboikot mereka.

Mereka merancang tipu daya, tapi sesunggunya tipu daya ALLAH itu lebih hebat.

26 May 2009

BERUBAH UNTUK MERUBAH...

Termenung seketika..



Dua tiga hari ni bila buka je paper rasa macam-macam. Sedih ada, geram ada..entahlah semua perasaan dan bercampur baur. Namun bukan itu yang ingin diperkatakan. Cuma ingin berkongsi macam-macam sudah berlaku pada saudara seakidah kita. Selak saja suratkhabar Metro, akhbar paling laris dan paling hangat melaporkan apa yang berlaku dalam negara pasti anda akan jumpa 1001 macam masalah dan penyakit sosial yang menimpa negara tercinta kita ini.
" Apa la nak jadi dengan umat kita ni..", luahan bimbang dengan keadaan yang berlaku.

"Masyarakat kita jadi macam ni, cuba tengok di sekeliling kita..lihat apa yang terjadi..",luah seorang lagi teman membuat kami yang berada disitu semua berfikir.

"Em..sekeliling kita ni penuh dengan hiburan, jenayah, masalah sosial tak henti-henti..masyarakat turut mengikut arusnya..yang terlibat kebanyakannya remaja, sedihnya..bila bukak je tv pelbagai program realiti tv yang semuanya nak jadi selebriti..kanak2 pun dah didedahkan dengan dunia ini..lihat betapa suasana tempat kita hidup tu sangatlah memberi kesan pada kita. Jika hidup dalam komuniti yang sukakan jenayah, akhir-akhirnya kita pun akan terjebak sama. Sebab tu lah kita kena berada dikalangan orang yang soleh agar kita juga soleh sama macam orang tadi", satu lagi suara timbul.

"Tapi kita baik sorang-sorang tak cukup..tanggungjawabkita untuk ajak orang lain jadi baik tu mesti kita jalankan, kalau tidak, ahkirat nanti Allah tanya apa kita nak jawab?", yang lain menambah.

"Jadi,kerana itu kita kena tahu yang masyarakat kita ni belum lagi bebas..kita kena sedar yang pemikiran kita ni masih lagi dijajah, mereka (kafir) itu bukan nak sangat kita sampai keluar agama, tapi cukuplah kita memporak perandakan agama kita sendiri. Cukuplah sekadar kita ikut gaya hidup mereka yang jauh menyimpang dari apa yang Allah suruh", idea dari senior membuat semua diam berfikir.

"Jadi sekarang kita dah tahu kan? kita dah sedarkan? kerana kita dah tahu dan sedar, maka kita kena sedarkan mereka yang masih belum sedar dan yang buat-buat tak sedar ni..setuju??", lontaran cabaran.

"Setujuu..", yang lain menyahut.

Perbincangan kami berakir disitu.

********************

Aduuh...masyarakat kita sedang tenat wahai para pembaca!!!

Tak tau lagi dalam kondisi apa yang saya mahu katakan, agaknya kalau seorang pesakit tu rasanya dah tahap masuk ICU tingga tunggu ajal je la.


Siapa yang terlibat?? ya!!muslim majoritinya...barangkali anak-anak kita, abang kakak kita, adik-adik kita..namun kerana telinga dah lali mendengar berita-berita ini, mata malas dah nak menatap berita dek jenayah yang terlalu berleluasa..sedar tak sedar masalah ini rupanya sudah mula merebak dalam keluarga kita.


Satu hari bila dah terpampang di dada akhbar yang penjenayah itu rupanya adik-beradik kita barulah nak mula rasa sedar bahawa mencegah itu lebih baik dari merawati yang sudah parah menderita.





Kita mendabik dada mengatakan Malaysia adalah negara paling aman, hidup harmoni dan macam-macam lagi la. Tapi hakikatnya? saya yakin anda lebih mengerti. Lihat saja, setiap hari, setiap jam pasti ada saja rompak, ragut, bunuh, dan macam-macam lagi yang membuatkan diri rasa tidak selamat lagi untuk melangkah kaki keluar. Gerun mendengar, bimbang saja berhadapan dengan situasi sebegini. Na'uzubillahi min zalik.


Tolonglah saudaraku..bantulah mereka yang sedang terkapai-kapai hampir kelemasan dalam tipuan dunia. Tolonglah jangan buat-buat buta, jangan buat-buat pekak, jangan buat-buat tak tahu yang masyarakat kita sudah semakin hancur. Hidup penuh dengan hiburan, keseronokan, dan kemaksiatan. Tolonglah bantu mereka..mari bersama pedulikan mereka. Jangan hanya buat kebaikan hanya untuk diri sendiri tanpa memperduli orang lain. Jangan cukup berpuas hati andai kita tak terjebak dalam kancah ini, kerana tiada apa dapat menjamin kita selamat dari ditimpa musibah ini. Bala dari Allah tak mengenal siapa yang soleh siapa yang tidak. Maka dengan itu, sebelum terlambat sebelum Allah 'bersihkan' bumi Malaya ini ayuhlah kita berganding bahu melakukan sesuatu agar dapat penyakit ini dapat dikurangkan..


Caranya apa??
  • hidupkan suasana islami disekeliling kita, tidaklah terlalu formal..mula la sikit-sikit.
  • ajak kawan-kawan kita ke majlis-majlis ilmu agar kita dan mereka tidak jahil dan faham tentang agama.
  • sentiasa lakukan perbincangan agar minda lebih terbuka sekaligus cari jalan untuk menangani sekurang-kurangnya menyelamatkan diri sendiri.
  • banyakkan memuhasabah diri dan mendekatkn diri pada Allah.
  • bergaullah dengan teman-teman yang baik.

Ini hanya cadangan yang sedikit dan maaf kurang teratur..banyak lagi sebenarnya. Cuma apa yang penting?? perbaiki diri dan dalam masa yang sama ajaklah yang lain bersama. Bermula dari diri saya dan anda yang sedar, dan berusahalah menyedarkan orang lain. BERUBAH UNTUK MERUBAH..

24 May 2009

DAI'E KECIL..


Kanak-kanak..itulah dia anugerah Allah yang apabila memandang mereka ini membuat hati sentiasa gembira, wajah comel yang bersih dari dosa itu sentiasa akan menyentuh hati sesiapa yang melihatya.

Tertarik dengan saudara di seberang mendidik anak supaya dididik dengan didikan islami. Pakaian-pakaian comel sekaligus menepati syariat direka bagi kanak-kanak ini tertarik dan berminat untuk memakainya, langsung mengajar mereka erti menutup aurat. Syabas.

Beginilah yang Islam mahu lahirkan, walau dibidang apapun kita dakwah iu harus terus berjalan. Tukang jahit yang hanya dikata sebagai kerja kampung itu mampu mencurahkan suatu untuk Islam. Dakwah ini tidak terhad kepada sesiapa, bahkan wajib kepada semua. Dengan hanya menggunakan kemahiran yang Allah kurniakan untuk mencipta pakaian-pakaian sebagaimana yang disyariatkan. Mudahkan? namun tak ramai yang mengambil peluang mudah ini.

Sebaliknya, sanggup bersusah payah memerah otak mencipta pakaian-pakaian yang kalau boleh mahu menggunakan hanya secebis kain, semata-mata untuk aurat dibuka, agar lebih terkenal dengan jenama "the best designer". Begitulah bezanya insan muslim yang berjiwa muslim dan muslim yang hanya sekadar nama muslim.

Anda pernah mendengar program "PILDACIL"?
Ini program yang juga ada di negara saudara kita di seberang sana. Masya-Allah..anak yang sungguh petah berkata-kata, kata-katanya yang bisa membuat kita malu, kerana insan sekecil itu sudah mampu mengrti suruhan,perintah hatta larangan Allah. Linangan air mata juga mampu mengalir deras saat dia menadah tangan memohon doa agar dijauhkan dirinya dari menjadi anak durhaka. Itulah da'ie kecil, kecil hanya diluar tetapi jiwanya besar, lebih besar dari ong yang besar.







Namun..sedih..tatkala melihat anak bangsa sendiri lemas dan hampir mati dalam duni hiburan buatan mereka sendiri. Pilu hati melihat insan-insan kecil i sedari kecil lagi sudah dicorakkan dengan pelbagai jenis penyakit duina yang melalaikan. Hidup mereka disogokkan dengan hiburan, televisyen, komputer internet dan games sudah jadi kawan akrab mereka. Yangmana 'kawan-kawan' ini mampu untuk membunuh mereka suatu hari nanti. Tiada lagi erti berkawan, bersahabat seperti zaman kanak-kanak kita.

"TOM-TOM BAK", cuba tanya pada sesiapa sahaja kanak-kanak, pasti meeka mengenalinya. Dipentas ini mereka dilatih agar erani berdepan dengan orang ramai, namun, beraninya untuk mula memjerumuskan diri ke dalam kancah dosa, hiburan semata-mata. Dibalik sutradara yang terselindung dibelakang tabir itu mjoritinya muslim. Muslim apa? buat malu ISLAM saja,lebih baiklah campakkan aja title itu. Bentak hati ini. Geram.

Inikah pewaris kita???

Namun, geram saja tidak cukup...harus bertindak mencari solusi..kecil pun tak apa. Ikut kemampuan kita.

Cuba alihkan perhatian insan-insan yang terdekat terutama adik-adik kita kepada program yang lebih islami, contoh "mari mengaji", "mari bercerita ersama abang amar". Ataupun anda cari apa2 video yang menari dan islami pada adik-adik anda. cuba tunjuk video pildacil ni, mesti mereka pun suka.

Belikan mereka bahan bacaan islami, contoh komik atau majalah yang dapat membentuk dan mendidik mereka melalui hiburan islami. "Asuh", "Raihan Rangers", "Ana muslim" dan sebagainya.

Jika kita yang Allah anuerahkan apa2 bakat, melukis, menulis atau apa2 saja, segera lakukanlah sesuatu untuk seikit demi sedikit mengubah kondisi ummah kita yang sedang tenat ini.
Tak perlu tunggu bakat datang pun, sebaliknya cuba garapkan apa yang ada untuk kita selamatkan kita dan mereka.

Di UIA pernah juga diadakan program pildacil ini, sempat untuk mengikuti program yamg disediakan. Harapnya lepas ni boleh buat lagi ya, universiti lain JOM berganding tenaga jayakannya. Moga-moga bermula dengan program kecil ini mampu juga untuk kita realisasikan seperti saudara kita disebarang sana insyaallah.

Semoga akan lahir Dai'e kecil di bumi Malaysia nanti..yang akan menyambung wasilah perjalanan dakwah ini..

17 May 2009

Teristimewa buatmu..GURU..


Semalam..rinduku semakin kuat mengingati dia..entahlah, selalunya teringat juga..tapi mungkin semalam lebih istimewa. Seorang demi seorang datang menerjah fikiranku. Membuat aku makin terharu..hati ini ditusuk rasa seolah mahu menemui dia saat itu juga. Mahu berjumpa dan berbicara dengan lebih dekat dengan insan istimewa ini. Teringat dia mendidikku penuh dengan kasih sayang, hingga aku kini tidak lagi dalam kesamaran kegelapan jahiliyah, sehingga aku kini mengerti akan tujuan hidup yang singkat ini..TERIMA KASIH buat PARA PENDIDIKKU..

Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.

Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat “cikgu” kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

USMAN AWANG
1979


GURU..itulah insan mulia yang selama ini mendidik insan-insan yang mulanya tidak mengetahui hinggalah dia mengetahui. Mengenalkan alif, ba, ta..a,b,c..dan 1,2,3. Bermula dari sinilah langkah demi langkah terus diatur hingga lahirlah ulama'-ulama', para cendiakawan, pakar-pakar, doktor, peguam, guru dan lain-lain, ya..semua insan ini lahir dari seorang guru..

Namun, YANG SELALU kita mendengar jika wartawan datang bertanya, "apakah pendorong kejayaan adik?"..pasti dijawabnya "ibubapa saya, saya juga mengambil kelas tuisyen kerana ia banyak membantu saya terutama sekali dengan memberi latihan2 yang cukup sebelum menduduki peperiksaan". Ada juga yang menjawab "belajar dalam kumpulan lebih berkesan, dan ini juga rahsia disebalik kejayaan saya". Macam-macam lagi dialog yang seumpama dengannya. JARANG SEKALI mengatakan "kejayaan saya ini adalah kejayaan guru-guru yang telah berpenat lelah mendidik saya dan kejayaan ini bukanlah milik saya jika tanpa adanya mereka". Saya bukanlah mahu menghangatkan isu ini, cuma mahu menjentik hati kita agar terbit sedikit kesedaran dihati tentang insan mulia yang kadangkala selalu dupinggirkan ini.. Ingatlah insan inilah yang telah memandu kita hingga dimana kita berada sekarang..

Terima kasih tak terhingga ingin ku tujukan guru-guruku,
kerana telah meminpin langkahku menuju cahaya,
berkat kesabaranmu telah membawa aku hingga ke tahap ini,
yang pasti jasamu guru takkan mampu ku balas,
hanya sekalung doa setiap hari mampu ku titipkan
agar allah sentiasa mengampunimu, melindungi dirimu dan merahmatimu..

JAZAKUMULLAHU KAIRAN JAZA' BUAT GURUKU..
Pn. Samsiah bt. Man ( bondaku )
En. Ismail b. Saad ( ayahanda ku )
Ustzh. Azizah & Ustzh Asiah ( PASTI Jengka 10 )
Guru-guru di SK & SRA Jengka 10
Guru-guru di Ma'ahad SAS, Bandar Jengka
Guru-guru di SMA Al-Ihsan, Kuantan
Guru-guru di Kulliah Al-lughah Waddin Sultan Abu Bakar, Pekan
Pensyarah-pensyarah di Pusat Matrikulasi UIA Petaling Jaya & Nilai
Pensyarah-pensyarah di UIA Gombak
dan kalian yang tidak disebutkan nama disini yang merupakan pendidikku
tak lupa buat sesiapa sahaja yang telah membuatkan aku mengerti sesuatu juga adalah guruku..

Warga pendidik Ma'ahad SAS

Guru-guru SMA AL-Ihsan, Kuantan

Ustaz & Ustazah di Kulliah Al-lughah Waddin Sultan Abu Bakar, Pekan


13 May 2009

Para Murabbi agar Tidak Leka..


Tulisan ini mengajak para murabbi agar tidak leka dengan pencapaian sedia ada, sebaliknya ingin mengajak para pendakwah menganalisa faktor-faktor yg menyebabkan kegagalan para pendakwah untuk terus maju dalam dlm dakwah mereka.

Beberapa faktor kegagalan para murabbi baik secara individu atau merujuk kepada golongan-golongan tertentu dapat dikenal pasti dengan menilai hasilnya. Contohnya jika para murabbi berjaya menyentuh hati orang yang didakwahinya atau lebih dikenal sebagai mad'u, tidak mustahil dakwah tersebut mampu mengubah persepsi dan ideologi mad'u dengan mudah. Tetapi jika hati mad'u sudah awal-awal lagi bersarang rasa benci atas dakwah para da'i, maka wujud satu penghadang dalam minda dan hati mad'u untuk menilai dakwah para da'i hatta ia merupakan satu kebenaran. Maka disinilah kepercayaan dan perasaan mad'u memainkan satu peranan penting dalam usaha dakwah para da'i. Antara faktor2 kegagalan para da'i dalam memupuk kepercayaan dan menjaga perasaan mad'u ialah :

1) TIDAK MENGENALI MAD'U Para da'i wajar mengenali mad'u terlebih dahulu sebelum membuat apa-apa persepsi. Ini dapat mengelak kita dari bersangka buruk dan bersedia mendengar penjelasan dan hujah secara adil. Antara jenis2 mad'u yg mungkin kita hadapi ialah :

(i) orang yang terjerumus dalam kemungkaran kerana kejahilannya. Untuk orang jenis ini perlu didakwahi secara bijaksana. Misalnya dgn menjelaskan kekeliruannya, apabila telah jelas kekeliruan tersebut insyaallah dia akan segera kembali kepada kebenaran.

(ii) orang yg kekeliruannya telah jelas namun masih keras kepala, barangkali ia memiliki sifat malas, hawa nafsunya merintangi dirinya utk menerima kebenaran. Maka org jenis ini memerlukan pengajaran yang baik, iaitu dengan memperingatkan kepadanya betapa keras seksaan Allah dan hukuman yg bakal diterima oleh org yg terus-menerus berbuat maksiat setelah mengetahuinya.

(iii) orang yg membantah apabila mengetahui kebenaran demi mempertahankan kebatilan dan kemungkaran. Orang seperti ini hanya ingin membenarkan kesalahan yg dilakukannya, maka ia perlu dibantah. Namun hendaklah bantahan itu dilakukan dengan cara yang baik. Bukan dengan kesombongan mahupun dengan meremehkan atau menghinanya. Hujah ilmiah yg jelas dan konkrit dapat menyinari kebenaran dan melenyapkan kebatilan. Berdasarkan ketiga-tiga kategori mad’u di atas, cara pendekatan yg berbeza dan yg terbaik perlu digunakan sesuai dengan keadaan mad’u tersebut.

2) BERSIKAP “ AKU BETUL, KAU SALAH Mad’u seharusnya dilihat sebagai peluang bukannya sebagai musuh. Apabila da’i mempunyai persepsi bahawa mereka sentiasa benar dan mad’u seorang pesalah, inilah dinamakan bersikap “ aku betul, kau salah “. Ini menyebabkan kerja2 dakwah bukan lagi satu kerja nasihat-menasihati tetapi menjadikannya sebagai medan menghukum mereka yg bersalah.

Persepsi seperti ini hanya akan menjamah akhlak para da’i, mana tidaknya apabila para da’i merasakan diri mereka lebih mulia berbanding mad’u, kesombongan akan menyebabkan mereka memandang rendah orang yang sepatutnya didakwahi mereka. Sedangkan dalam usaha dakwah kita bukan mencari siapa betul dan siapa yg salah, tetapi kita berada dalam satu usaha nasihat-menasihati dengan cara yg lembut. wajib atas kita untuk berlemah-lembut di dalam dakwah kita apatah lagi terhadap orang-orang yang menyelisihi kita, dan jadikanlah selalu firman Allah Ta’ala berikut sebagai pegangan untuk selama-lamanya :

“ Serulah mereka ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasihat yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik “ ( an- Nahl: 125)

Dan meraka yg pertama lebih berhak untuk kita terapkan hikmah ini adalah mereka yg paling memusuhi kita di dalam dasar dan aqidah kita, hingga kita tidak menggabungkan antara beratnya dakwah yg haq yg Allah memperteguhkan kita dengannya dengan beratnya cara kita berdakwah kepada Allah S.W.T.

Hendaklah diingatkan bahawa sikap “ aku betul, kau salah” hanya akan mewujudkan benteng antara para da’I dan mad’u. Malah lebih teruk jika mad’u mula melarikan diri daripada kita atas sikap ingin menang yg kita tonjolkan.

3) CAKAP TIDAK SERUPA BIKIN. Umpama ketam mengajar anaknya berjalan lurus, inilah yang dapat digambarkan kepada para murabbi yang cakap tidak serupa bikin. Allah S.W.T membenci sikap ini kerana ianya tidak ubah seperti seorang hipokrit. Firman Allah S.W.T :

“ Wahai orang-orang yg beriman, kenapakah kamu mengatakan su yg tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan “ ( ass-saff: 2-3)

Perkara ini barangkali atas sebab tidak yakin tentang apa yang cuba disampaikan, ataupun tidak beramal dengan ilmu yg dipelajari. Sikap ini sebenarnya akan menghapus dan menghakis kepercayaan mad’u kepada murabbi. Murabbi seperti ini mungkin mempunyai hujah yang meyakinkan tetapi hujah yang tidak bersertakan keyakinan beramal tidak ubah seperti salesman yg menjual produk yg belum dicubanya. Persoalan yg mungkin timbul ialah sejauh mana kebenaran hujah tersebut jika para murabbi sendiri ragu-ragu dalam beramal.

4) MUDAH DALAM BERFATWA. Ramai para murabbi bila berhadapan dengan dengan mad’u menggangap diri mereka sudah cukup kompetan dalam mengeluarkan hukum-hakam yang sebenarnya masih masih menjadi perbahasan di kalangan para fuqaha’. Hal-hal kontroversi menjadi menjadi medan para murabbi menunjukkan kejaguhan mereka merka dalam berfatwa.

Para murabbi seharusnya tidak mengungkapkan pendapat mereka dalam perkara-perkara agama hanya berdasarkan pandangan mereka semat-mata, atau memberi fatwa kepada orang lain tanpa berdasarkan ilmu. Seharusnya para murabbi terlebih dahulu mencari petunjuk dengan dalil-dalil syariat, lalu melihat pendapat-pendapat para ulama serta metod mereka dalam menggunakan dalil-dalil tersebut dan dalam mengambil kesimpulan. Setelah itu barulah para murabbi berbicara atau memberi fatwa dengan apa yang diyakini dan diredai untuk dirinya.

Oleh sebab itu, mengenal mad’u terlebih dahulu adalah penting sebelum para murabbi memberikan apa-apa fatwa. . Rasulullah S.A.W telahpun memberi memberi panduan ringkas dalam memberi fatwa sepertimana dalam sabda beliau :

“ Hendaklah kalian bersikap memudahkan dan jangan menyulitkan. Hendaklah kalian menyampaikan khabar gembira dan jangan membuat mereka lari, kerana sesungguhnya kalian diutuskan untuk memudahkan dan bukan untuk menyulitkan”. ( Hadis Riwayat Muslim)

Selain itu, seperkara yang perlu ditekankan ialah masalah sikap yang yang mana para da’I merasakan diri mereka perlu tahu serba-serbi dalam bab hal agama ini. Akibatnya mereka berani berfatwa walaupun tanpa ilmu tentang hal yang disoal. Sikap dan akhlaq para imam salaf seharusnya dijadikan contoh oleh para murabbi agar tidak tergesa-gesa dalam berfatwa dan banyak mengatakan Allahu’alam tentang masalah yang memang yang tidak diketahuinya.

Bukanlah satu keaiban menjawab permasalahan yang tidak diketahui dengan kalimah Allahu’alam. Berkata Ibn Jama’ah “ Apabila seoarang alim ditanya tentang sesuatu yang tidak diketahuinya , maka termasuk bentuk ilmu adalah menjawab ‘ saya tidak tahu’. Sebahagian salf mengatakan : “ucapan ‘saya tidak tahu’ adalah setengah daripada ilmu “

Para murabbi harus jujur dalam menyampaikan dakwah mereka. Kejujuran dalam menjawab permasalahan yang tidak diketahui adalah satu akhlaq yang mulia. Ini adalah kerana kadang kala kita tidak mempunyai jawapan kepada semua permasalahan, adalah lebih baik kita menangguhkan pada waktu lain sehingga mempunyai kesempatan untuk mengkaji dalilnya dan menganalisa ucapan –ucapan para ahlul ilmi dalam masalah yang besangkutan.
Ibn Abbas berkata : “ sesungguhnya orang yang selalu berkata kepada manusia dalam setiap masalah yang mereka pertanyakan adalah seorang yang gila”

5) KESALAHAN TUTUR KATA. Cara para murabbi menutur kata juga merupakan satu perkara serius yang perlu diambil kira. Hendaklah seorang murabbi bersikap lemah-lembut, manis muka dan lapang dada sehingga lebih mudah diterima oleh orang yang didakwahinya. Dan hendaklah ia mengajak ke jalan Allah S.W.T, bukan kepada dirinya, tidak perlu mengancam atau berdendam terhadap orang yang menyelisihi jalan dakwah mereka, kerana jika ia memang mengajak ke jalan Allah, bererti ia memang ikhlas, Allah akan memudahkan perkaranya dan memberi petunjuk melalui tangannya siapa saja yang dikehendakiNya.di antara para hambaNya.

Kelembutan tutur kata dan pemilihan perkataan yang sesuai mencerminkan keikhlasan para murabbi dalam menyampaikan kebenran, ini kerana kebenaran tidk wajar disampaikan dengan cara yang kasar dan paksaan. Para murabbi seharusnya mencontohi sikap para nabi dalam bertutur kata sewaktu mereka melakukan dakwah sebagai peringatan yang Allah berikan kepada Nabi Musa a.s dan Nabi Harun a.s ketika ditugaskan Allah berhadapan dengan Fir’aun :
“ Maka berbicaralah kamu berdua kpadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut “

Kesalahan para murabbi dalam menggunakn perkataan yg menakutkan hanya menjauhkan para mad’u dari mendengar dan menilai hujah para murbbi dengan adil. Oleh itu, hendaklah para murabbi memahami betapa pentingnya penggunaaan bahasa yang sesuai dan diikuti dengan perbuatan yang lembut kerana ini dapt mewujudkn kepercayaan dalam diri mad’u. Zaman ini adalah zaman kelembutan, kesabaran dan hikmah, bukanlah zaman kekerasan. Majoriti manusia saat ini dalam keadaan jahil, lalai dan lebih mementingkan duniawi. Maka haruslah para da’i atau murabbi bersabar dan lemah lembut dalam menyampaikan dakwah mereka.
Sabda rasulullah S.A.W “ Sesungguhnya Allah Maha Lembut, mencintai kelembutan. Dia memberikan kepada yang lembut apa yang tidak diberikan kepada yang kasar “ ( Hadis Riwayat Muslim )

Penggunaan perkataan yg sesuai juga penting demi mengelakkan dari berlakunya salah faham. Contohnya, para murabbi kadangkala cenderung memilih pernyataan Imam Shafie rahimahullah silap dalam melakukan ijtihadnya, atau ianya pendapat yang lemah dalam mazhab Shafie, ini hanya akan melemahkan semangat mad’u dalam beramal. Lebih teruk jika mad’u mula memandang serong para murabbi berlagak lebih pandai dari Imam shafie rahimahullah.
Para murabbi harus bijak dalam menyusun kata, dengan memperkenalkan hadis-hadis shahih,hasan atau dalil-dalil yang lebih tepat sebagai panduan mad’u, memberi mad’u peluang memmbuat penilaian sekaligus akan membuka minda kefahaman mereka. Bantuan yang diberikan para murabbi kepada mad’u dalam berinteraksi dengan dalil-dalil yang sahih dan lebih tepat dapat mengelak para murabbi dari terus menyanggah amalan mad’u yang telah sebati dengan jiwa mereka.

Tidak dapat kita nafikan wujud beribu macam faktor lain yang mempengaruhi kegagalan para da’i atau murabbi dari merangkul kejayaan mereka di bidang dakwah. Tetapi factor yang dibicangkan di atas boleh dikatakan antara faktor utama-faktor utama para murabbi dan mana-mana gerakan Islam menempah kegagalan mereka. Para murabbi harus sedar bahawa mereka mewakili Islam, kerja-kerja dakwah mesti dianggap serius kerana jika tidak ia mengundang fitnah atas ajaran Islam yang sempurna.

Oleh itu, kerja-kerja dakwah yg mulia ini seharusnya dijiwai dengan pola fakir dan cara yg betul. Mereka yg bergelar para murabbi dan da’I mendakwahi masyarakat bukan kerana terpaksa, bukan pula kerana harta dunia, tetapi kerana kasih sayang dan utk mengagungkan serta menolong agama Allah S.W.T.

sumber : http://www.ibnyusof.blogspot.com